Akademisi UTM Sebut Reaktivasi Kereta Api Tumbuhkan Ekonomi

Avatar

- Wartawan

Selasa, 9 Mei 2023 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Ahmad Yahya Surya Winata, SE., M. Si. (Foto: Taufiqur Rohman/KLIKMADURA)

Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Ahmad Yahya Surya Winata, SE., M. Si. (Foto: Taufiqur Rohman/KLIKMADURA)

BANGKALAN, klikmadura.id Rencana reaktivasi rel kereta api di Madura mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Sebab, aktivasi sarana transportasi darat itu dinilai mampu membangkitkan ekonomi masyarakat. Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Ahmad Yahya Surya Winata salah satu akademisi yang memberikan dukungan. Menurut dia, reaktivasi rel kereta api berdampak pada percepatan transportasi antar kabupaten. Dengan demikian, pemasokan logistik antar wilayah lebih mudah dan cepat. Kondisi tersebut akan berdampak positif pada perputaran ekonomi. “Madura bisa bersaing dengan wilayah maju lainnya seperti Surabaya,” katanya.
BACA JUGA :  Warga Kecamatan Konang Bangkalan Antusias Sambut HUT ke-78 Republik Indonesia
Menurut Yahya, dibanding pembangunan jalan tol, lebih baik memprioritaskan reaktivasi rel kereta api. Sebab, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya pembebasan lahan, karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki lahan sendiri di Madura. “Kalau membangun tol, perlu adanya pembebasan lahan. Makanya lebih cocok reaktivasi rel kereta api,” kata pria bergelar doktor itu. Untuk diketahui, jalur kereta api lintas kabupaten di Madura memiliki panjang kurang lebih 225 kilometer. Jalur tersebut dibangun pada 1913. Kini, fasilitas tersebut masuk dalam pengelolaan PT KAI Daerah Operasi VIII Surabaya. (taufiq/diend)
Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Berita Terkait

BEM KM UTM Gelar Mimbar Bebas, Singgung Komersialisasi Pendidikan
Polemik UKT, Mahasiswa UTM Demo Rektorat
Hadiri Satu Dekade Paguyuban Seni Kopi Lembah Arosbaya, Bunda Zaenab Berbaur dengan Masyarakat  
Prihatin Terhadap Situasi Demokrasi Indonesia, BEM KM UTM Kibarkan Bendera Hitam  
Bukan Rebutan Lahan, Ternyata Ini Pemicu Perkelahian Massal yang Merenggut 4 Nyawa di Bangkalan
Innalillah! 4 Nyawa Melayang di Bangkalan Diduga Akibat Rebutan Lahan
Prengki Wirananda Resmi Pimpin Ikatan Alumni Ilmu Kelautan UTM hingga 2029
Pemuda dan Mahasiswa di Bangkalan Deklarasi Lawan Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 14:26 WIB

BEM KM UTM Gelar Mimbar Bebas, Singgung Komersialisasi Pendidikan

Kamis, 16 Mei 2024 - 16:05 WIB

Polemik UKT, Mahasiswa UTM Demo Rektorat

Minggu, 7 April 2024 - 23:06 WIB

Hadiri Satu Dekade Paguyuban Seni Kopi Lembah Arosbaya, Bunda Zaenab Berbaur dengan Masyarakat  

Sabtu, 10 Februari 2024 - 12:04 WIB

Prihatin Terhadap Situasi Demokrasi Indonesia, BEM KM UTM Kibarkan Bendera Hitam  

Sabtu, 13 Januari 2024 - 17:43 WIB

Bukan Rebutan Lahan, Ternyata Ini Pemicu Perkelahian Massal yang Merenggut 4 Nyawa di Bangkalan

Jumat, 12 Januari 2024 - 22:15 WIB

Innalillah! 4 Nyawa Melayang di Bangkalan Diduga Akibat Rebutan Lahan

Minggu, 31 Desember 2023 - 11:37 WIB

Prengki Wirananda Resmi Pimpin Ikatan Alumni Ilmu Kelautan UTM hingga 2029

Jumat, 29 Desember 2023 - 13:32 WIB

Pemuda dan Mahasiswa di Bangkalan Deklarasi Lawan Narkoba

Berita Terbaru