Fantastis!! Estimasi Biaya Reaktivasi Rel Kereta Api Madura Tembus Rp 3,3 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 16 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, klikmadura.id – Rencana reaktivasi rel kereta api Madura yang diusulkan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada 2017 lalu mendapat respons positif dari pemerintah. Dua tahun pasca usulan itu, Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan.

Yakni, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo, Tengger, Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Dalam perpres tersebut terdapat sejumlah rencana pembangunan di Madura dengan estimasi kebutuhan anggaran yang cukup fantastis. Salah satunya, reaktivasi rel kereta api jalur Kamal – Sumenep.

Baca juga :  Dibaca di Hadapan Para Tokoh NU, Ini Isi Lengkap Puisi Bunda Zaenab

Dalam lampiran perpres itu disebutkan bahwa, estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp 3,3 triliun. Sumber dana dari kegiatan tersebut dipasrahkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Fahrur Rozi, akademisi asal Sumenep menyampaikan, Madura memang membutuhkan sarana transportasi umum. Sebab, jalan nasional yang melintang dari Bangkalan hingga Sumenep sudah sesak.

Ditambah, di beberapa lokasi sering terjadi pasar tumpah sehingga kemacetan tidak bisa dihindarkan. Olehkarenanya, tambahan sarana transportasi menjadi solusi atas kemacetan yang kerap terjadi itu.

Hanya saja, solusi yang dibutuhkan tidak harus reaktivasi rel kereta api. Selain mengaktifkan kembali jalur kereta, pemerintah bisa mengambil opsi lain. Salah satunya, pembangunan jalan tol.

Baca juga :  Hasil Kajian Strategis HMI Bangkalan, Pelaku Pembunuhan-Pembakaran Mahasiswi UTM Harus Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

“Baik reaktivasi rel kereta api maupun pembangunan jalan tol, itu sama-sama membutuhkan biaya besar. Tinggal dikaji, yang paling layak yang mana, rel kereta api atau jalan tol,” katanya.

Rozi meminta pemerintah tidak gegabah dalam menentukan pilihan. Semua kebijakan harus berdasarkan kajian yang jelas sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (dra/diend)

Berita Terkait

UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri dan Bantuan Hidup Dasar, Bekali Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat
Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah
AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi
Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital
Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung
Dinas Perpustakaan Bangkalan Hadirkan Penulis Muda, Semangati Pelajar MTsN Bangkalan Gemar Literasi
PMR MTsN Bangkalan Borong Prestasi di Ajang WJP XXXI Jatim 2026
Dispusip Bangkalan Gelorakan Budaya Baca Bersama Pegiat Literasi

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:02 WIB

UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri dan Bantuan Hidup Dasar, Bekali Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:47 WIB

Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:54 WIB

AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:49 WIB

Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital

Senin, 11 Mei 2026 - 12:29 WIB

Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung

Berita Terbaru

Opini

Bulan Bung Karno dan Penguatan Wawasan Kebangsaan

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:06 WIB