Pantas Ingin Pisah dari Jawa Timur, Ternyata Madura Pernah Jadi Negara, Begini Sejarahnya

Avatar

- Wartawan

Kamis, 11 Januari 2024 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Jembatan Nasional Suramadu. (Foto: ch7motret)

Foto Jembatan Nasional Suramadu. (Foto: ch7motret)

MADURA, #ANDAHARUSTAHU – Masyarakat Madura berjuang untuk memisahkan diri dari Jawa Timur. Perjuangan itu dimulai sejak puluhan tahun silam sampai sekarang.

Perjuangan untuk memandirikan Madura sebagai provinsi sendiri memiliki banyak latar belakang. Salah satunya, latar belakang sejarah di mana Madura pernah menjadi negara bagian saat masa Republik Indonesia Serikat (RIS).

Berdasarkan berbagai litaratur yang dirangkum tim #andaharustahu, Madura adalah salah satu wilayah yang menjadi negara bagian pada tanggal 23 Januari 1948.

Yakni, dengan bendera berwarna hijau dan putih atas prakasa gubernur Belanda yaitu Van Der Plas, tangan kanan Van Mook. Wilayah negara bagian Madura meliputi pulau Madura dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Pada tanggal 20 Februari 1948, Gubernur Jendral Hindia Belanda Pubertus Yohanes Van Mook mengakui Madura sebagai negara, setelah wilayah tersebut menggelar pemungutan suara atau pemilihan umum.

Lalu apa yang melatar belakangi Madura mendeklarasikan diri menjadi negara?

Dikutip dari buku Pamekasan Dalam Sejarah yang ditulis Qud Wafat dan kawan-kawan, tanggal 14 Januari 1948 sebelum pemungutan  suara dilaksanakan, pemerintah penduduk Belanda di Madura mengadakan pertemuan dengan segelintir tokoh.

BACA JUGA :  Aktivis Sebut Banyak ASN di Sampang Dimutasi Karena Masalah Sepele

Pertemuan itu atas desakan Belanda. Anggota yang hadir juga sudah diatur oleh Belanda, tujuan pertemuan tersebut untuk memutuskan status Madura setelah persetujuan linggarjati pada tanggal 25 maret 1947.

Di mana, Belanda mengakui secara de vacto wilayah Republik Indonesia yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. Sebelum pemungutan suara untuk memutuskan Madura sebagai negara, tiap desa terlebih dahulu diberi penjelasan mengenai maksud dan tujuan Madura menjadi negara bagian.

Hasilnya, dari 305.546 orang yang punya hak suara, yang hadir hanya 219.660 orang  dengan perolehan 199.510 orang setuju Madura jadi negara bagian dan 9.923 orang tidak setuju.

BACA JUGA :  Bakal Dirikan Fakultas Kedokteraan, UTM Gandeng Pemkab Pamekasan

Kemudian, 10.230 orang memilih golput. Dari hasil tersebut Letnan Gubernur Jenderal Van Mook merestui pendirian negara Madura pada 20 Februari 1948.

R.A.A Cakraningrat ditunjuk sebagai wali negara. Cankraningrat sebagai pangreh projo dengan jam terbang tinggi di Madura menjadi orang kepercayaan.

Negara madura yang telah berhasil dibentuk oleh Belanda hanya bertahan relatif singkat. Golongan-golongan pro republik, seperti yang tergabung dalam bataylon 635 Jokotole dan Pemerintahan Sipil Bayangan di Pengasingan Jawa.

Kemudian, Gerakan Perjuangan Madura di Yogyakarta, dan Organisasi-Organisasi Gerakan Bawah Tanah, dengan merangkul masyarakat luas secara terus-menerus melakukan berbagai upaya untuk membubarkan Negara Madura tersebut.

Dengan kuatnya Gerakan pembubaran terhadap negara iruz akhirnya pada tahun 1950 negara Madura dibubarkan.

______________

Artikel ini diramu dari berbagai literatur oleh Maghfiroh, mahasiswi Universitas Islam Madura (UIM) yang mengikuti program magang di Kantor Klik Madura.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Berita Terkait

Kunjungi OJK Surabaya, BPRS Bhakti Sumekar Bawa 50 Peserta Belajar Literasi Keuangan
Ditetapkan Tersangka, Tiga Kreator Film Guru Tugas Akeloy Production Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara
DPW PPP Jatim Sambut Baik Komunikasi Politik Fattah Jasin Jelang Pilkada Pamekasan
Buntut Film Pendek Guru Tugas, Polda Jatim Amankan Tiga Orang Tim Akeloy Production
Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Dinas PUPR Sampang, Tiga Broker CV Proyek Diperiksa Polda Jatim
Prodi PSDA UTM Gelar Diseminasi Hasil Penelitian di UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap 
Lima Kader Terbaik PPP Disiapkan Bertarung di Pilkada Madura
Demo Mapolda Jatim, Aktivis Dukung Polri Berantas Mafia Tanah di Pamekasan

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 13:39 WIB

Kunjungi OJK Surabaya, BPRS Bhakti Sumekar Bawa 50 Peserta Belajar Literasi Keuangan

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:17 WIB

Ditetapkan Tersangka, Tiga Kreator Film Guru Tugas Akeloy Production Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Kamis, 9 Mei 2024 - 09:29 WIB

DPW PPP Jatim Sambut Baik Komunikasi Politik Fattah Jasin Jelang Pilkada Pamekasan

Kamis, 9 Mei 2024 - 06:45 WIB

Buntut Film Pendek Guru Tugas, Polda Jatim Amankan Tiga Orang Tim Akeloy Production

Selasa, 7 Mei 2024 - 18:06 WIB

Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Dinas PUPR Sampang, Tiga Broker CV Proyek Diperiksa Polda Jatim

Selasa, 7 Mei 2024 - 12:26 WIB

Prodi PSDA UTM Gelar Diseminasi Hasil Penelitian di UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap 

Minggu, 5 Mei 2024 - 10:18 WIB

Lima Kader Terbaik PPP Disiapkan Bertarung di Pilkada Madura

Senin, 22 April 2024 - 15:11 WIB

Demo Mapolda Jatim, Aktivis Dukung Polri Berantas Mafia Tanah di Pamekasan

Berita Terbaru

Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.

Pendidikan

635 Lembaga PAUD di Kabupaten Sampang Tidak Terakreditasi

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:46 WIB