Revisi UU Penyiaran Rampas Kebebasan Pers, Jurnalis Sampang Turun Jalan Bawa Keranda Mayat 

Avatar

- Wartawan

Senin, 20 Mei 2024 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan jurnalis Sampang menggelar aksi penolakan terhadap revisi UU penyiaran di depan Kantor DPRD Sampang. (FOTO: ZAHRATUL LAILA / KLIK MADURA)

Puluhan jurnalis Sampang menggelar aksi penolakan terhadap revisi UU penyiaran di depan Kantor DPRD Sampang. (FOTO: ZAHRATUL LAILA / KLIK MADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Sampang Bersatu (JSB) menggelar aksi menggelar aksi turun jalan, Senin (20/5/2024).

Para kuli tinta itu menolak revisi UU tentang penyiaran yang diinisiasi DPR RI. Aksi tersebut digelar dari depan Pemkab Sampang menuju kantor DPRD Sampang.

Massa aksi membawa beragam poster yang berisi penolakan terhadap revisi UU penyiaran. Para jurnalis juga membawa keranda mayat sebagai simbol ada upaya membungkam jurnalis.

Korlap Aksi Hernandi mengatakan, larangan penayangan hasil  investigasi jurnalisme sangat mengancam kebebasan pers.

Kemudian, sengketa pers yang diselesaikan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga tumpang tindih dengan kewenangan Dewan Pers. Dengan demikian, para jurnalis dengan tegas menolak revisi UU penyiaran tersebut.

“Revisi UU penyiaran akan tumpang tindih dengan UU Pers,” jelasnya saat berorasi di depan Kantor DPRD Sampang.

BACA JUGA :  Mahfud MD Kunjungi Sejumlah Pesantren di Madura

Ia menjelaskan, UU lenyiaran itu akan membawa masa depan jurnalisme Indonesia menuju masa kelam.

Sebab, secara nyata membatasi kerja-kerja jurnalistik maupun kebebasan berekspresi secara umum.

“Kami berharap revisi UU penyiaran ditinjau ulang, serta menghapus pasal-pasal yang menjadi kontroversi,” katanya.

Kamaluddin Harun, korlap aksi lainnya memaparkan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dibahasnya revisi UU penyiaran oleh DPR RI. Regulasi tersebut memuat pasal yang dinilai bisa merenggut kebebasan pers.

“RUU penyiaran yang dibahas oleh DPR RI ini menuai kontroversi publik. Sebab, berpotensi mengekang kebebasan pers dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ungkapnya.

Jurnalis Sampang Bersatu membawa beberapa tuntutan penting kepada DPRD Kabupaten Sampang, yakni:

  1. Menolak RUU Penyiaran untuk disahkan menjadi UU.
  2. Mengembalikan tugas dan fungsi KPI atau dibubarkan.
  3. Mendesak DPR RI agar tidak melanjutkan pembahasan RUU Penyiaran yang kontroversial.
  4. Meminta DPRD Kabupaten Sampang agar meneruskan dan menyampaikan aspirasi dari Jurnalis Sampang Bersatu kepada DPR RI.
BACA JUGA :  Dokter Najih Ngaku Tak Nyaman Jadi Kadinkes Sampang

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yaqin komitmen akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para jurnalis.

“Namun, kami meminta waktu untuk menunggu kedatangan Ketua DPRD yang sedang menghadiri tugas di luar Kota,” ujarnya.

Anggota Komisi l Aulia Rahman mengajak perwakilan massa aksi berdiskusi di dalam ruangan. Hasilnya, dewan juga sepakat menolak revisi UU penyiaran tersebut.

“Kami akan mengirim surat kepada DPR RI secara terpisah dengan surat yang disampaikan oleh para jurnalis yang tergabung dalam JSB ini,” pungkasnya. (zhr/diend)

Berita Terkait

Satu Bulan Uji Coba Operasional, Diskopindag Sampang Klaim Pasar Margalela Semakin Diminati
Bangun Water Park, Pemdes Taddan Sampang Berharap Ekonomi Masyarakat Meningkat
Relawan Pemuda Aba Idi – Ra Mahfud Solidkan Barisan Jelang Pilkada 2024
Cetak Pelaku UMKM Handal, Pemkab Sampang – BPSDMP Kominfo Surabaya Gelar Digital Entrepreneurship Academy
Pj Kades Banyumas Sampang Dievaluasi, Warga Ultimatum Pemkab
Kepala SDN Taddan 2 Sampang Akui Pinjamkan Uang Tabungan Siswa Ratusan Juta ke Perusahaan Travel Haji dan Umrah  
Tabungan Siswa SDN Taddan 2 Sampang Senilai Rp 494 Juta Belum Dibagikan, Diduga Dititip ke Perusahaan Travel Umrah
Jaring Atlet Berprestasi, Disdik Sampang Gelar O2SN SD Tingkat Kabupaten

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:55 WIB

Satu Bulan Uji Coba Operasional, Diskopindag Sampang Klaim Pasar Margalela Semakin Diminati

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:31 WIB

Bangun Water Park, Pemdes Taddan Sampang Berharap Ekonomi Masyarakat Meningkat

Selasa, 9 Juli 2024 - 19:01 WIB

Relawan Pemuda Aba Idi – Ra Mahfud Solidkan Barisan Jelang Pilkada 2024

Selasa, 2 Juli 2024 - 20:37 WIB

Cetak Pelaku UMKM Handal, Pemkab Sampang – BPSDMP Kominfo Surabaya Gelar Digital Entrepreneurship Academy

Rabu, 26 Juni 2024 - 22:27 WIB

Pj Kades Banyumas Sampang Dievaluasi, Warga Ultimatum Pemkab

Berita Terbaru