Belasan Tahun Jalan Dibiarkan Rusak, Aktivis “Rukyah” Dinas PUTR Sumenep

Avatar

- Wartawan

Kamis, 8 Juni 2023 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis GPS-Desa berada di depan Kantor Dinas PUTR yang dipasang baliho rukyah.

Aktivis GPS-Desa berada di depan Kantor Dinas PUTR yang dipasang baliho rukyah.

SUMENEP, klikmadura.id – Sejumlah aktivis Sumenep yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Segitiga (GPS) Desa sangat menyayangkan sikap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Sebab, jalan penghubung Desa Gapura Gengah – Tamidung dibiarkan rusak selama belasan tahun. Padahal, masyarakat kerap mengusulkan agar jalan tersebut diperbaiki. Namun, usulan itu tidak mendapat respons positif. Akibatnya, para aktivis menggelar serentetan aksi protes. Mulai dari aksi turun jalan, menyodorkan kotak amal hingga memasang baliho “rukyah” di depan Kantor Dinas PUTR Sumenep. Rentetan aksi tersebut bertujuan agar jalan rusak itu segera diperbaiki.
BACA JUGA :  Ratusan Warga Gelar "Rokat Jhalan", Doakan Pintu Hati Pemangku Kebijakan Terketuk Perbaiki Jalan Rusak
“Perlu kita rukiah Dinas PUTR ini. Usir arwah gentayangan yang mungkin ada dalam jiwanya,” ucap Koordinator Aksi GPS Desa Nur Hayat, Kamis (08/06/2023). Sebelumnya, para aktivis GPS-Desa sempat menyodorkan kotak amal kepada pengendara yang melintas di area tersebut. Uang yang diperoleh akan digunakan untuk bjaya perbaikan jalan yang 14 tahun dibiarkan rusak Padahal kata Hayat, jalan tersebut merupakan salah satu akses untuk kelancaran perekonomian masyarakat. Jalan itu juga akses menuju Pondok Pesantren di wilayah itu. Hayat berjanji, akan terus berjuang hingga jalan tersebut benar-benar diperbaiki oleh Dinas PUTR. “Kita akan kawal sampai tuntas,” pungkasnya.
BACA JUGA :  Blok South East Madura, Satu-Satunya Sumur Migas Daratan yang Bisa Sejahterakan Warga
Aktivis GPS-Desa mendesak, jalan penghubung tersebut terealisasi di tahun 2024. Pemerintah harus menganggarkan Rp1 M di APBD Perubahan 2023 sebagaimana disampaikan melalui audiensi yang melibatkan Komisi III dan Dinas PUTR beberapa waktu lalu. (fix/diend)
Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Berita Terkait

Ning Lailatul Faizah, Perempuan Inspiratif Penggerak Pemberdayaan Perempuan
Siap Tarung di Pilkada 2024, Nyai Fitri Daftar Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Sumenep
Pesona Wisata Pantai Galung Sumenep Pikat Hati Masyarakat, Ternyata Rintisan Perhutani KPH Madura
Jasad Korban Laka Laut Ditemukan di Sisi Timur Pantai Slopeng Sumenep
Dalami Dugaan Kecurangan Pemilu di Kecamatan Arjasa, Kangayan dan Sapeken, Bawaslu Sumenep Panggil Saksi Mandat PKB dan PKS
Ketua PPK Arjasa, Sapeken dan Kangayan Sumenep Dipidanakan, Diduga Keluarkan Hasil Rekapitulasi Bodong Caleg DPR RI dan DPRD Jatim
Parah!! Suara Caleg DPRD Jatim di Sumenep Diduga Dibegal Rekan Separtai
Beredar Video Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Ngamuk di Tempat Rekapitulasi Suara, Diduga Ada Kecurangan

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:16 WIB

Ning Lailatul Faizah, Perempuan Inspiratif Penggerak Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 24 April 2024 - 16:16 WIB

Siap Tarung di Pilkada 2024, Nyai Fitri Daftar Bacawabup ke DPC PDI Perjuangan Sumenep

Jumat, 19 April 2024 - 18:19 WIB

Pesona Wisata Pantai Galung Sumenep Pikat Hati Masyarakat, Ternyata Rintisan Perhutani KPH Madura

Jumat, 15 Maret 2024 - 11:42 WIB

Jasad Korban Laka Laut Ditemukan di Sisi Timur Pantai Slopeng Sumenep

Rabu, 13 Maret 2024 - 14:04 WIB

Dalami Dugaan Kecurangan Pemilu di Kecamatan Arjasa, Kangayan dan Sapeken, Bawaslu Sumenep Panggil Saksi Mandat PKB dan PKS

Selasa, 12 Maret 2024 - 13:43 WIB

Ketua PPK Arjasa, Sapeken dan Kangayan Sumenep Dipidanakan, Diduga Keluarkan Hasil Rekapitulasi Bodong Caleg DPR RI dan DPRD Jatim

Senin, 4 Maret 2024 - 10:59 WIB

Parah!! Suara Caleg DPRD Jatim di Sumenep Diduga Dibegal Rekan Separtai

Sabtu, 2 Maret 2024 - 08:22 WIB

Beredar Video Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Ngamuk di Tempat Rekapitulasi Suara, Diduga Ada Kecurangan

Berita Terbaru