Hadiri Dies Natalis Unija, Wapres Ma’ruf Amin Paparkan Empat Isu Global yang Jadi Perhatian Dunia

- Jurnalis

Rabu, 9 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Khairul Umam (Haji Her) selaku alumni Ponpes Al Falah Sumber Gayam sekaligus investor utama berbincang dengan pegawai Kafa Mart usai peresmian.

H. Khairul Umam (Haji Her) selaku alumni Ponpes Al Falah Sumber Gayam sekaligus investor utama berbincang dengan pegawai Kafa Mart usai peresmian.

SUMENEP, klikmadura.id – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyampaiman orasi ilmu pada momentum dies natalis Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep. Dia memaparkan empat isu global yang menjadi perhatian dunia saat ini di hadapan civitas akademika Unija, Sumenep, Madura, Rabu (09/08/2023).

Pertama, eskalasi tensi geopolitik, utamanya akibat rivalitas antara Amerika Serikat dengan China, dan invasi Rusia ke Ukraina.

Kondisi itu, telah memicu instabilitas ekonomi dan keuangan dunia, serta berdampak luas hingga ke urusan domestik bangsa-bangsa.

Kedua, planet bumi juga semakin memanas akibat krisis iklim. Krisis iklim adalah ancaman eksistensial bagi kemanusiaan dan teritori negara.

Berdasarkan laporan PBB baru-baru ini, terang Wapres, krisis iklim telah mengakibatkan tinggi permukaan laut terus mengalami peningkatan secara cepat, yang dapat berdampak pada hilangnya teritori negara.

Baca juga :  Di Hadapan Ulama Sumenep, Wapres Tekankan Pesantren Harus jadi Pusat Peradaban Islam

“Laporan BRIN mengkonfirmasi hal ini. BRIN memperkirakan, 115 pulau di Indonesia akan tenggelam pada tahun 2100 akibat kombinasi dua persoalan yang disebabkan perubahan iklim, yaitu peningkatan permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah,” ungkapnya.

Kemudian isu ketiga, semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, kecerdasan buatan diproyeksikan akan mengubah kehidupan manusia dan akan terus berlangsung selama beberapa generasi.

“Meskipun demikian, kemampuan kecerdasan buatan untuk menggantikan kreativitas dan inovasi alamiah manusia masih diragukan,” ujarnya.

Terakhir, isu demografi, yakni jumlah pemeluk Islam yang tumbuh paling cepat di dunia. Saat ini terdapat sekitar 2 miliar populasi muslim global, dan Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 230 juta penduduk muslim.

Baca juga :  PWI Sumenep Dorong Korkab Rizky Sebut Nama Oknum Wartawan yang Diduga Terima Aliran Uang Haram BSPS

“Pada tahun 2050, Islam diperkirakan menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di dunia,” katanya.

Seluruh isu strategis tersebut beserta persoalan global lainnya, menuntut seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi guna merumuskan kebijakan terbaik agar bangsa Indonesia dapat mengatasi aneka tantangan yang muncul dan terus maju mewujudkan target-target pembangunan.

“Refleksi yang akan membuahkan kebijakan serta keputusan yang presisi mensyaratkan kejelian dalam menilai fakta-fakta, serta ketangkasan dalam mendayagunakan intelektualitas, keahlian, serta peluang,” ujarnya.

Di sinilah peran edukasi, menjadi sangat vital. Menurutnya, rendahnya level dan kualitas pendidikan dapat memicu asumsi dan simpulan yang keliru atas urusan-urusan domestik dan global, sehingga dapat melahirkan keputusan dan langkah yang keliru pula.

Baca juga :  5.224 Tenaga Honorer di Sumenep Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu, Gaji Mulai Cair Tahun Depan

“Sementara, nyaris setiap hari kita dihadapkan pada pertaruhan dalam memutuskan persoalan yang menyangkut hajat diri sendiri, masyarakat, dan negara,” sebutnya.

Oleh sebab itu, Wapres menitipkan tugas untuk terus merawat eksistensi dan mendorong kemajuan negara Indonesia, di tengah ketidakpastian dan persoalan global yang semakin kompleks.

“Kita telah memancangkan cita-cita yang tinggi, yaitu menjadi negara maju. Berbagai prediksi dari lembaga yang kredibel menyuarakan optimisme bagi masa depan Indonesia yang cerah,” ungkap Wapres.

Untu merealisasikannya, sambung Wapres, dibutuhkan kerja, karya, dan upaya dari semua lini, khususnya dari kaum terdidik bangsa Indonesia. (fix/diend)

Berita Terkait

GPS Geruduk DPMD Sumenep, Soroti Buruknya Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria di Kecamatan Lenteng, Sabu 0,50 Gram Disita
Pimpin Apel HSN 2026, Wabup Imam Hasyim Minta ASN Sumenep Perkuat Etos Kerja dan Kepatuhan terhadap Aturan
Berharap Keberkahan, Bupati Fauzi Ajak OPD Sumenep Khatamkan 111.111 Kali Surat Al-Waqi’ah
Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Lewat JJS DPRD Sumenep
Bupati Fauzi Wongsojudo Teguhkan Nilai Santri, ASN Sumenep Wajib Berbusana Muslim Selama Empat Hari
Bupati Sumenep Dorong KEN Jadi Motor Promosi Budaya dan Pariwisata hingga Tingkat Nasional
Bupati Fauzi Apresiasi Kreativitas Anak Sumenep dalam Lomba Mewarnai

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:32 WIB

GPS Geruduk DPMD Sumenep, Soroti Buruknya Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria di Kecamatan Lenteng, Sabu 0,50 Gram Disita

Senin, 19 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Pimpin Apel HSN 2026, Wabup Imam Hasyim Minta ASN Sumenep Perkuat Etos Kerja dan Kepatuhan terhadap Aturan

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Berharap Keberkahan, Bupati Fauzi Ajak OPD Sumenep Khatamkan 111.111 Kali Surat Al-Waqi’ah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Lewat JJS DPRD Sumenep

Berita Terbaru